Almarhum KH Zainal Abidin Munawir, sesepuh Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta merupakan sosok yang terkenal zuhud. Jika ada perbedaan pendapat ulama, ia lebih memilih menerapkan yang lebih berat untuk dirinya sendiri. Kehati-hatiannya terkenal hingga akhir hayat. Ia masyhur sebagai kiai wirai.
Satu saat, ia pergi ke suatu tempat bersama sopir pribadinya untuk suatu keperluan. Di salah satu perempatan jalan, mobil yang mereka tumpangi berpapasan dengan lampu merah di traffic light yang kebetulan bersebelahan dengan SPBU di sebelah kirinya. Dengan sigap, tanpa menunggu lampu hijau, sopir kemudian menyerobot masuk ke kiri melintas di SPBU tanpa membeli bensin di sana. Ia hanya menumpang lewat saja.
| Sepotong Kisah Zuhudnya KH Zainal Abidin Munawir (Sumber Gambar : Nu Online) |
Sepotong Kisah Zuhudnya KH Zainal Abidin Munawir
Sebentar, Kang, kata Mbah Zaenal.Saya kira ini tadi sampean belok ke pom bensin mau beli bensin, lha kok bablas (jalan terus) kenapa?
Dalil Soheh
Biar cepat, Mbah KiaiWah, kalau hanya lewat saja tanpa beli (bensin-red) namanya ya ghashab. Ayo, sekarang balik lagi, kita beli bensin meski satu liter saja.
Dalil Soheh
Begitu model ketelitian orang-orang baik. Mereka selalu meyakini bahwa semua perilaku baik dan buruk sekecil apapun akan dimintai pertanggungjawaban. (KH M Shofi Al Mubarok/Mundzir)Dari (Hikmah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66677/sepotong-kisah-zuhudnya-kh-zainal-abidin-munawir
Dalil Soheh

EmoticonEmoticon