Friday, May 12, 2017

Tokoh Agama Punya Posisi Vital Cegah Konflik

Brebes, Dalil Soheh. Tokoh agama memiliki potensi yang sangat vital dalam mencegah berbagai konflik. Banyak hal yang tidak bisa diselesaikan pemerintah, tapi bisa dilakukan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Karena mereka telah menjadi pelestari norma norma lama (tradisional) yang ampuh untuk dijadikan sebagai mekanisme kontrol dalam menghadapi perubahan.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abu Hapsin pada Sarasehan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Penguatan Peran tokoh dan lembaga agama dalam menjaga kerukunan umat beragama menuju Pukjada damai, di gedung Korpri Jalan MT Haryono Brebes, (15/11/16).

Tokoh Agama Punya Posisi Vital Cegah Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Agama Punya Posisi Vital Cegah Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)


Tokoh Agama Punya Posisi Vital Cegah Konflik

Hapsin menjelaskan, penempatan tokoh agama dalam posisi sosial tertinggi pada komunitasnya telah menjadi ketetapan hampir seluruh agama. Hindu misalnya, tokoh agama dipandang sebagai brahmana sementara penguasa hanya berada pada level ksatria, satu level dibawah para tokoh agama. Di Thailand, raja memang paling disegani tetapi ketika ada dihadapan biksu, sang rajalah yang memberi hormat pada Biksu. Demikian juga di Islam, tokoh Nabi Muhammad SAW menjadi yang tertinggi, selain menjadi Nabi juga menjadi Kepala Negara.

Posisi tokoh agama memiliki kekuatan yang potensial dalam melakukan perubahan konstrukstif maupun destruktif, paparnya.

Dalil Soheh

Dalil Soheh

Hapsin mencontohkan beberapa tokoh agama yang telah melakukan perubahan, seperti Kardinal Sin telah berhasil dalam menggulingkan Presiden F Marcos. Uskup Bello berperan besar dalam memerdekan Timor Timur, Uskup Desmond Tutu telah membantu melepaskan Afrika Selatan dari cengkraman apartheid, KH Hasyim Asy Ari berhasil dalam melakukan penggalan massa dengan mengumandangkan Resolusi Jihad melawan agresi Belanda.

Untuk menjadi kondusivitas para tokoh agama, maka perlu dilakukan langkah langkah positif antara dengan mengembangkan dialog dan kerja sama, memberikan penafsiran agama yang menyejukan, mengendalikan emosi keagamaan umat beragama, tidak mengabsolutkan hasil penafsiran. Tokoh agama juga jangan melakukan politisasi agama dan tidak berpindah habitat, Abu Hapsin yang juga direktur Pasca Sarjana UIN Walisongo Semarang.

Plt Bupati Brebes Budi Wibowo mewanti wanti kepada peserta untuk mewaspadai kelompok anti kemapanan. Karena dalam gerakan mereka ada tujuan terselubung yang tidak kita ketahui. Mereka selalu membikin gejolak, yang tentunya ada tujuan-tujuan tertentu yang bisa mereka curi dengan adanya pergolakan tertentu, ujar Budi mengingatkan.

Budi berharap, masyarakat Brebes tidak terpancing dengan gerakan mereka dan berdoa semoga mendapat sinar dari Sang Khalik, sehingga selalu berada di jalan-Nya yang lurus. Kita memang majemuk, mudah-mudahan dengan kemajemukan bisa menjadi asset yang membawa rahmat, harapnya.

Sarasehan diikuti sekitar 300 peserta dari tokoh agama dan organisasi keagamaan di Kabupaten Brebes.Dalam kesempatan tersebut, juga dibacakan ikrar damai dari masing-masing perwakilan agama. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72947/tokoh-agama-punya-posisi-vital-cegah-konflik

Dalil Soheh

Thursday, April 20, 2017

Maulid Nabi, MANU Demak Undang Alumni dan Al-Hidmat

Demak, Dalil Soheh. Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Demak memperingati Maulid Nabi dengan mengundang para alumninya. Para murid dan alumni Lembaga pendidikan NU yang beralamat di Jl.Glagah Wangi no.1 Bintoro Demak tersebut membaca maulidurrasul.

Tak ketinggalan, pada peringatan Maulid Nabi yang diadakan tiap tanggal 1112 Rabiul Awal itu, hadir para wali murid, pengurus yayasan, dan jamaah Al-Hidmat, jamiyyah Al bentukan Almarhum KH Asrori.

Maulid Nabi, MANU Demak Undang Alumni dan Al-Hidmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Nabi, MANU Demak Undang Alumni dan Al-Hidmat (Sumber Gambar : Nu Online)


Maulid Nabi, MANU Demak Undang Alumni dan Al-Hidmat

Kepala MANU Demak H Hariri Said mengatakan, pelaksanaan Maulidurrasul tahun ini sengaja mengundang alumni untuk menanamkan cinta pada Nabi. Semoga anak didik yang sedang menempuh pendidikan tidak mengandalkan logika akal semata, katanya.

Kebetulan, kata Hariri, sebentar lagi ujian nasional, jadi selain mauludan kita istighotsah bersama jamiyyah Al Hidmat, tuturnya.

Dalil Soheh

Soal mengundang alumni, Hariri menjelaskan, selain menjalin silaturahim balung pisah untuk tetap bersatu. Dengan hadirnya alumni ini selain memberikan sumbangsih untuk kemajuan MANU juga memotivasi anak anak karena ternyata banyak alumni yang sukses sampai pejabat tinggi negara, imbuh Hariri.

Sementara itu bupati Demak H Dachirin Said menghimbau kepada jamaah, khususnya wali murid agar selalu mengawasi anak anak dan memberikan kegiatan positif yang mendidik.

Dalil Soheh

Bapak dan ibu yang hadir di sini saya mohon putra putri panjenengan diawasi dengam baik dan tolong dibimbing dengan kegiatan positif agar bisa lulus dengan nilai prestasi, imbau Dachirin. (Shiddiq Sugiarto/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49613/maulid-nabi-manu-demak-undang-alumni-dan-al-hidmat

Dalil Soheh

Saturday, February 11, 2017

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Denpasar,Dalil Soheh

Apel Kebangsaan yang diadakan Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali di Lapangan Lumintang Denpasar, Ahad (14/5) dihadiri Kasatkornas Banser H. Alfa Isnaini. Di hadapan seribu kader Ansor dan Banser dari sembilan kabupaten dan kota se-Bali itu, Alfa merasa bangga karena banom NU itu bisa eksis di pulau dewata, pulau dengan Muslim minoritas.

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)


Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Meski demikian, ia berpesan agar GP Ansor dan Banser terus menjunjung tinggi keharmonisan, kedamaian dan menjalin komunikasi kepada semua pihak. Dengan cara seperti itu, rajutan kebinekaan di negeri ini, termasuk di Bali, bisa seiring sejalan dengan cita cita pendiri bangsa.

"Para perumus negeri ini sepakat untuk menjadikan negeri ini sebagai negara kesatuan yang mengakui perbedaan, menggapai kesejahteraan bersama berdasarkan Pancasila. Ini sudah final, karena yang menyepakatinya juga adalah para kiai-kiai NU," tegasnya.

Dalil Soheh

Jadi, lanjutnya dengan suara lantang, siapa pun yang ingin mengutak-atik NKRI dan Pancasila, maka GP Ansor dan Banser siap berhadap-hadapan dengan mereka.

Dalil Soheh

Apakah kalian siap? tanya Alfa.

"Siap!" seru peserta apel menjawab serentak.

Menyoal kelompok yang anti-Pancasila, ia terang-terangan menyebut HTI sebagai organisasi gerakan politik, bukan gerakan dakwah keagamaan. Mereka jelas ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar negara.

"Kebebasan berpendapat boleh, tapi kalau sudah ingin mengubah dasar dan bentuk negara, maka langkah pemerintah sudah tepat untuk membubarkan HTI yang kerap mempropagandakan pemerintahan model khilafah Islamiyah," paparnya.

Namun, ia juga menegaskan bahwa langkah pemerintah untuk membubarkan HTI merupakan keputusan politik, jadi ini belum cukup. Ansor Banser menginginkan yang lebih dari itu.

"Kita ingin semua gerakan pemahaman dan ajaran HTI, harus dilarang di seluruh tumpah darah Nusantara ini. Jika masih mereka ada, maka selama itu juga Banser dan Ansor akan tetap melakukan perlawanan," paparnya yang langsung disambut tepuk tangan peserta apel.

Terakhir, ia berpesan agar kader Ansor dan Banser agar tidak gampang terprovokasi oleh oknum-oknum yang menginginkan terpecahnya kesolidan Nahdlatul Ulama. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77939/ini-pidato-kasatkornas-di-apel-kebangsaan-banser-bali-

Dalil Soheh

Thursday, January 26, 2017

Cara Maki-Maki ke Gus Mus Sesuai Saran Beliau

Dalil Soheh - Setelah dibully oleh netizen akibat ulahnya menghina KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Pandu Wijaya (Probolinggo) bersama dua orang lainnya, yakni Bahtiar (Pemuda asal Tegal) dan Hasan Albetas, sowan ke rumah beliau di Leteh Rambang, Jumat (25/11/2016) sore.

Cara Maki-Maki ke Gus Mus Sesuai Saran Beliau
Cara Maki-Maki ke Gus Mus Sesuai Saran Beliau


Ini berita penghinaan Pandu Wijaya: Menghina Gus Mus "Bid'ah Ndasmu", Karyawan Adhi Karya Ini Diburu!

Dalam sehari, Gus Mus menerima tamu yang telah menghinanya. Ya, ketiga nama di atas tercatat pernah melakukan penghinaan kepada Gus Mus di media sosial. Jika Pandu Wijaya menghina secara kasar menggunakan bahasa Jawa, "Bid'ah Ndasmu", maka Hasan Albetas menyebut "Mukamu aja bidah mus" dalam akun Facebooknya. Ini cepretan status Hasan Albetas:

Status Hasan Albetas yang menhina Gus Mus

Begitu juga dengan Bahtiar Prasojo. Anak Tegal ini datang sowan ke Leteh karena mengaku salah telah menghina Gus Mus, tokoh sangat dihormati warga NU seluruh dunia. Dalam akunnya, ia menyebut kasar Gus Mus sebagai orang yang tidak layak disebut kiai dan gus. Ini status kasarnya.

Status Bahtiar Prasojo yang menghina Gus Mus Setelah sowan, Bahtiar membuat status di akun Facebooknya Bahtiar Prasojo yang berisi pesan dari Gus Mus. Nasihat yang diucapkan Gus Mus kepada dirinya adalah: 1). "Janganlah menjadi orang yang jika senang, terlalu senang, dan jika benci, terlalu benci. Nanti Anda tidak bisa berbuat adil," 2) "Jangan menghakimi dan memvonis seseorang sebelum mengenalnya."

Kendati Gus Mus sendiri tidak ingin menuntut apa-apa dari Pandu, Bahtiar dan Hasan Albetas, bahkan menganggap tidak ada yang perlu dimaafkan, Pandu dkk. tetap datang sowan untuk meminta maaf. Bagi Gus Mus, kesalahan Pandu dkk. mungkin hanyalah menggunakan "bahasa khusus" yang digunakan di tempat umum. Ini tweet Gus Mus:

Tweet Gus Mus memaafkan Pandu Wijaya Ning Iyah, salah putri Gus Mus, menceritakan ketika abahnya ndawuhi (memberikan nasihat) kepada tamu-tamu itu. Ini dawuh Gus Mus ke mereka, "nomerku catet yo.. awakmu nek arep muring2 apa meh misuhi aku kari wa.. dadi wong2 gak ana sing reti/ nomorku catat ya, kalau kamu ingin ngamuk-ngamuk apalagi menghardik, tinggal WA saja aku, jadi orang-orang tidak ada yang tahu," tulis Ning Iyah dalam WA menirukan perkataan abahnya, sekitar pukul 5. 24 PM (25/11/2016).

Melihat Abahnya yang tabah ke penghinanya itu, Ning Iyah hanya mengucap, "ya Allah.....Abah". Sepertinya, Ning Iyah sedang melihat Abahnya sedang memberikan teladan baik kepada siapa pun.

Bukan hanya itu, Gus Mus juga bersedia foto selfie bersama Pandu Wijaya dan kawan-kawan yang telah menghinanya. Foto-foto ini didapatkan Dalil Soheh dari beberapa group santri yang beredar serta dari akun Facebook M Dhofarul Muttaqqiin. [Dalil Soheh/ab]

Sedeku: Pandu Wijaya (kiri) sedang mendengarkan dawuh Gus Mus

Minta Maaf: Bahtiar (dua dari kiri) sowan ke Gus Mus Dari kiri: Pandu Wijaya, Gus Mus dan Hasan Albetas

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/ini-cara-maki-maki-ke-gus-mus-sesuai-saran-beliau.html

Sunday, January 8, 2017

IPPNU memberikan beasiswa kepada 7 siswa SMP/Tsanawiyah

Jakarta Dalil Soheh ,Salah satu bentuk kontribusi nyata IPPNU (Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama), lembaga pengkaderan untuk pelajar putri dan santriwati NU, adalah pemberian beasiswa kepada 7 pelajar terbaik SMP/Tsanawiyah di wilayah Jakarta.

Beasiswa ini merupakan sumbangan yang diberikan oleh salah satu SMU di Jerman, Gymnasium Neckarten Zlingen Tubingen sebanyak 1000 Euro ketika Ketua Umum IPPNU, Ratu Dian Khatifah, SAg mengadakan kunjungan persahabatan ke Jerman. Bantuan ini merupakan iuran yang dikumpulkan dari murid-murid sekolah tersebut yang merupakan bentuk solidaritas sosial mereka kepada rekan sesama pelajar di Indonesia. Dalam acara pengumpulan dana itu, setiap siswa minimal menyumbangkan 1 Euro.

Bantuan itu merupakan awal dari rencana untuk memberikan bantuan yang lebih besar dan berkelanjutan bagi para pelajar dan santri yang menjadi anggota IPPNU yang saat ini berjumlah sekita 7 juta, yang selama ini kebanyakan dari golongan ekonomi berkemampuan rendah, sehingga dengan pemberdayaan para generasi muda yang berkualitas, diharapkan dapat menjadi sumberdaya manusia yang handal.

IPPNU memberikan beasiswa kepada 7 siswa SMP/Tsanawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU memberikan beasiswa kepada 7 siswa SMP/Tsanawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)


IPPNU memberikan beasiswa kepada 7 siswa SMP/Tsanawiyah

Ratu Dian mengatakan Bantuan ini sangat mendukung kemajuan proses belajar mereka, dan akan terus kami lanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kepada Dalil Soheh. Dengan pengelolaan bantuan yang transparan dan penyaluran yang baik kepada siswa yang benar-benar membutuhkan, IPPNU tentu akan mendapat kepercayaan lebih besar dari lembaga-lembaga internasional untuk menyalurkan bantuan pada siswa di Indonesia, khususnya kepada para anggotanya.(MKF)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/22/ippnu-memberikan-beasiswa-kepada-7-siswa-smptsanawiyah

Dalil Soheh

Dalil Soheh

Saturday, December 24, 2016

PCINU Turki Desak Indonesia Bereaksi Cepat

Istanbul, Dalil Soheh. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki mendesak pemerintah Indonesia untuk bereaksi cepat dalam mendorong perdamaian antara Palestina dan Israel.

Pemerintah diminta segera menggunakan pendekatan diplomatik di tingkat internasional, terutama melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, maupun di kawasan Timur Tengah dengan mendesak Turki, Mesir, Arab Saudi, dan Jordan untuk bereaksi cepat atas konflik itu.

Demikian dalam pernyataan pers Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki yang diterima Dalil Soheh tertanggal 19 November 2012.

PCINU Turki Desak Indonesia Bereaksi Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Turki Desak Indonesia Bereaksi Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)


PCINU Turki Desak Indonesia Bereaksi Cepat

Agresi militer Israel atas penduduk Gaza sejak beberapa hari belakangan ini meresahkan umat manusia sedunia. Korban semakin meningkat setiap hari, termasuk anak-anak kecil dan perempuan yang seharusnya bukan sasaran konflik.

Dalil Soheh

Atas dasar kemanusiaan, kami mengutuk keras serangan militer yang biadab tersebut. Juga atas dasar perjuangan untuk mencapai kemerdekaan Palestina yang merupakan hak setiap bangsa, kami mendorong berbagai pihak untuk ikut menghentikan konflik antara militer Israel dan milisi Hamas, yang keduanya tak mempertimbangkan warga sipil yang tak bersalah, demikian dalam pernyataan pers tersebut.

Dalil Soheh

Kepada warga Indonesia, PCINU Turki mendorong untuk berperan serta dalam penggalangan dana bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan segera di tanah konflik, melalui berbagai organisasi yang siap menyalurkannya.

Atas kehendak rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, kita berharap perdamaian Palestina dan Israel terus diupayakan. Penindasan manusia atas manusia lain selamanya tidak dibenarkan demi kepentingan apapun. Persaudaraan antarumat manusia (ukhuwwah basyariyyah) yang sangat dipegang teguh Nahdlatul Ulama harus ditegakkan tanpa pandang bulu dan sekat-sekat geografis, demikian pernyataan PCINU Turki yang diwakili Sekretaris Tanfidziyah Budy Sugandi.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/40875/pcinu-turki-desak-indonesia-bereaksi-cepat

Dalil Soheh

Friday, December 23, 2016

Gus Dur dan Imam Bushiri yang Mencari Kanjeng Nabi

Dalil Soheh - Ketika pertama kali mendengarkan madah Al-Burdah indah yang didendangkan Gus Dur (Allahu yarhamuh) di sebuah channel tivi, tak terasa tetes air mata menetes pelan dari kedua mata saya. Lama sekali saya tercenung dan termenung. Entah mengapa, mendengarkan madah nabawiyyah indah menyayat hati yang disenandungkan Gus Dur dengan sepenuh hati itu , yang terbayangkan oleh saya seakan Gus Dur sedang bersimpuh dan berdoa dengan sepenuh hati kepada Allah Swt. dengan tetes mata meleleh deras.

Gus Dur dan Imam Bushiri yang Mencari Kanjeng Nabi
Gus Dur dan Imam Bushiri yang Mencari Kanjeng Nabi


Huwa al-habibu al-ladzi, turja syafa‘atuhu

Min kulli haulin min al-ahwali muqtahimi

---

Ya Rabbi bi al-Musthafa, balligh maqashidana

Waghfir lana ma madha, ya wasi‘ al-karami

---

Maulaya shalli wa sallim da’iman abada

‘Ala habibika khairi al-khalqi kullihimi --- Dialah sang kekasih yang syafaatnya dinanti senantiasa

(Dalam menghadapi) segala derita dan petaka yang menerpa

---

Wahai Tuhan, demi Al-Musthafa (Muhammad Saw.)

Antarkanlah kami dalam menggapai cita-cita

Juga, ampunilah kami dari segala dosa

Wahai Yang Mahaluas dalam menganugerahkan karunia

--- Tuhan kami, shalawat dan salam kiranya tercurahkan senantiasa

Kepada kekasih-Mu yang tiada manusia mana pun kuasa menyetarainya

Madah indah yang disenandungkan Gus Dur di atas sejatinya adalah penggalan dari madah Al-Burdah yang digubah Abu ‘Abdullah Syarafuddin Muhammad bin Sa‘id Al-Shanhaji Ad-Dalashi Al-Bushiri, seorang penyair yang wafat pada 681 H/1279 M di Mesir.

Nah, madah dengan judul Al-Kawakib Al-Duriyah fi Madh Khair Al-Bariyyah itu sendiri sejatinya merupakan kasidah yang berisi pujian, kisah kelahiran, mi‘raj, perjuangan, dan doa bagi Nabi Muhammad Saw.

Karya yang terdiri dari 162 bait dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing, antara lain ke dalam bahasa Latin (1175 H/1761 M), Inggris oleh J.W. Redhouse (1299 H/1881 M), Perancis oleh de Sacy (1238 H/1822), Italia oleh Giuseppe Gabrieli (1319 H/1901 M), dan Jerman oleh Vincenz von Rosenzweig-Schawanau (1240 H/1824 M), di samping berbagai bahasa di dunia Islam, lahir selepas melintasi proses yang menarik. (Baca juga: Perjalanan Mencari Ijazah Burdah Habib Qodir)

Suatu saat Al-Bushiri berhasrat sekali menggubah madah panjang untuk Rasul Saw. Ketika ia mulai menggubah karyanya itu, ia jatuh sakit dan kemudian kelumpuhan menimpa dirinya. Tapi, hal itu tidak menghalanginya untuk melanjutkan upayanya itu, seraya berdoa kiranya Allah Swt. menyembuhkan kelumpuhan yang menimpa dirinya.

Kemudian, suatu peristiwa aneh menimpa dirinya. Selama berbulan-bulan ia merasakan bahwa sesuatu akan terjadi pada dirinya. Manakala makan, ia lebih suka menyendiri, untuk menantikan sesuatu yang bakal terjadi. Manakala tidur, ia suka mencari kamar yang terpencil dan kemudian menantikan sesuatu yang menggelitik perasaannya.

Tapi, bukan kematian yang ia nanti-nantikan. Perasaannya mengatakan, seorang tamu agung bakal mengunjunginya. Tamu agung berasal dari sebuah negeri nun jauh dan membawa pesan khusus kepadanya. Kondisi ini membuat karyanya tidak kunjung rampung.

Dari manakah datangnya perasaan serupa itu? Al-Bushiri sendiri tidak mengetahuinya. Tapi, ia senantiasa merasa, ia harus menanti dalam keadaan bersih dan suci. Lahir dan batin. Lantas, pada suatu malam, dalam mimpi, datanglah sang tamu yang ia nanti-nantikan.

Tutur Al-Bushiri tentang peristiwa itu, “Dalam mimpi itu aku bertemu dengan Nabi Saw. Beliau kemudian mengusap-usapkan tangan beliau di pinggangku dan menyerahkan sepotong baju (burdah) kepadaku. Dalam pertemuan itu, tiba-tiba aku berhasil merampungkan gubahanku. Aku pun mendendangkannya di hadapan beliau. Kemudian aku terbangun. Tiba-tiba aku berdiri dan mampu berjalan lagi. Gubahanku itu kemudian kunamakan dengan Al-Burdah.”

Mengapa hati saya sangat tergetar, sehingga tetes air mata pelan membasahi kedua pipi saya, ketika mendengarkan pertama kali Gus Dur menyenandungkan madah yang indah itu? Hal itu mengingatkan pertemuan pertama saya dengan Gus Dur ketika saya kembali ke tanah air selepas menimba ilmu di Mesir, dini hari pada 23 Februari 1984.

Selepas dua hari berada di Jakarta, saya pun menemui Gus Dur di Ciganjur (dekat Gudang Peluru, Cilandak, bukan di Jl. Warung Sila). Gus Dur adalah tokoh pertama yang saya temui di Indonesia. Dalam pertemuan itu, saya membawakan sebuah buku menarik, karya Dr. Muhammad Jabir Al-Anshari, Tahawwulat Al-Fikr wa Al-Siyasah fi Al-Syarq Al-‘Arabi, 1930-1970 (diterbitkan oleh Al-Majlis Al-Wathani li Al-Tsaqafah wa Al-Funun wa Al-Adab pada 1980) yang telah saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia (satu kopi terjemahan karya itu saya serahkan kepada Gus Dur, satu kopi saya pinjamkan kepada Cak Dr. Amal Fathullah Zarkasyi yang kini menjadi seorang kiai yang memimpin Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur).

Begitu menerima buku dan terjemahan karya itu, lama Gus Dur membolak-balik “oleh-oleh” saya dari Mesir itu. Lantas, Gus Dur bertanya kepada saya, “Anda tentu telah membaca dan menelaaah karya ini. Apa kelebihan karya ini dibandingkan dengan karya Albert Hourani, Arabic Thought in the Liberal Age 1789-1939? Saya ingin pandangan Anda yang paling obyektif?”

“Gus,” jawab saya agak kebingungan, karena menerima pertanyaan yang tak terduga itu. “Dua karya itu memang merupakan dua karya menarik tentang cikal bakal pembaharuan Islam di Timur Tengah dan perkembangannya serta dan para tokoh-tokohnya. Tapi, menurut saya, dalam karya Dr. Muhammad Jabir Al-Anshari ada suatu tesis menarik yang tidak saya temukan dalam karya Albert Hourani maupun karya-karya lain tentang gerakan pembaharuan Islam di Timur Tengah…”

“Apa itu?” tanya Gus Dur penuh perhatian.

“Begini, Gus,” jawab saya, "semua pembaharu Muslim terkemuka di Timur Tengah, seperti halnya Thaha Husain, Muhammad Husain Haikal, dan Al-‘Aqqad, akhirnya mengakhiri “pengembaraan” mereka, sebelum mereka berpulang, pada suatu titik yang mirip: mereka akhirnya kembali ke pemikiran moderat yang berada di tengah-tengah pelbagai arus pemikiran Islam yang sedang berkembang di kawasan itu. Menariknya, kembalinya mereka ke pemikiran moderat itu senantiasa mereka tandai dengan penulisan karya mereka tentang Rasulullah Saw. Hal itu seakan memberikan isyarat bahwa mereka kembali ke ‘lingkungan Rasul Saw.’"

Mendengar jawaban saya demikian, Gus Dur termangu lama. Dan, kemudian Gus Dur berucap pelan, “Saya pun akan demikian. Suatu ketika, sebelum berpulang, saya pun akan ‘mencari Kanjeng Nabi Saw.’ dahulu….”

Kemudian, kami pun terlibat dalam perbincangan panjang hingga menjelang jam delapan pagi. Karena itu, tiga hari yang lalu, ketika mendengarkan madah nabawiyyah menyayat hati yang didendangkan Gus Dur tersebut, saya teringat pertemuan saya dengannya pada 1984 itu, seraya bergumam pelan, “Gus, kiranya Kanjeng Nabi Saw. memberikan syafaatnya kepadamu…” [Dalil Soheh]

Ditulis pada 2 Januari 2010 pukul 10:27. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/12/gus-dur-albushuri-dan-mencari-kanjeng.html

Friday, November 25, 2016

Ketika Muslimin Diramalkan Nabi Seperti Buih

Dalil Soheh - "Pada saat itu jumlah kalian tidak sedikit, bahkan akan banyak, tapi kalian tak ubahnya bagai buih di genangan air", begitu salah satu nubuwwat yang disampaikan Rasulullah SAW. "Itu disebabkan kalian menderita penyakit al-wahn". Manusia teragung dalam sejarah peradaban manusia pun menjelaskan lebih lanjut, "yaitu cinta dunia dan takut mati".

Sabda Rasul yang diriwayatkan oleh Sunan Abi Dawud ini menggambarkan persoalan penting: umat Islam kini jumlahnya tembus angka satu miliar, namun besarnya kuantitas tidak dibarengi dengan kualitas. Keilmuan dan juga kearifan kita bukanlah sedalam samudera, karena kita hanya tampil di permukaan saja dan lantas hilang dalam hitungan detik. Kita tidak memiliki kekuatan seperti ombak yang maha dahsyat, kita tak ubahnya hanyalah gelembung belaka. Jumlah kita terlalu banyak untuk disebutkan tapi terlalu sedikit untuk diperhitungkan.

Banyak yang mencoba menawarkan jawaban. Kata kelompok yang satu: kita harus kembali kepada al-Qur'an dan Sunnah. Kelompok lain membantah: untuk apa kembali kepada kedua sumber utama kalau kita tidak memiliki pemimpin agung? itu artinya kita butuh khilafah. Kelompok yang lain mengatakan: hanya dengan meliberalkan pola pikir kita maka kita akan kembali berjaya. Sebagian lain mengatakan mari kita tiru semua tindak tanduk dan cara berpakaian, cara berjalan, dan cara makan Nabi maka kita akan sukses.

Akan tetapi Nabi Muhammad punya jawaban sendiri: beliau mengatakan sumber masalahnya adalah umat Islam cinta dunia dan takut mati. Kalau begitu kita harus melakukan bom bunuh diri untuk membuktikan agar kita tidak takut mati dan lebih cinta akhirat? Tentu saja tidak demikian.

Pertama-tama kita luruskan dulu definisi dunia dan kedua, kita renungkan kembali apa itu kematian. Bagi para sufi, dunia itu adalah segala sesuatu yang dapat memalingkan kita dari Allah, sedangkan akhirat adalah segala perbuatan yang dapat membawa kita menuju Allah. Jelaslah problem kita saat ini: kita fokus pada perbuatan, bukan pada tujuan.

Mereka yang menuntut ilmu dan menghabiskan waktunya di perpustakaan dan laboratorium jelas melakukan amalan akhirat selama Allah menjadi tujuan mereka. Sebaliknya, mereka yang rajin shalat malam dan berulangkali umrah ke tanah suci, bisa masuk kategori melakukan amalan dunia bila amalan ibadah mereka lakukan bukan karena Allah tapi karena karir, bisnis ataupun tujuan duniawi lainnya. Maka dengan pendekatan ini, mereka yang membangun perpustakaan, menyediakan beasiswa, atau mendirikan sarana olahraga bisa sama mulianya dengan mereka yang mendirikan masjid atau berdakwah kesana-kemari.

Cinta dunia berawal dari kekeliruan memahami dunia, dan akibatnya salah jatuh cinta. Lantas bagaimana dengan takut mati? "matilah kamu sebelum engkau benar-benar mati". Para sufi telah memakai kafan putih cintaNya sebelum benar-benar masuk kubur kelak dengan kain kafan. Mereka hidup di dunia tapi hati mereka tidak terpusat pada dunia. Mereka telah mematikan berbagai nafsu dan keinginan untuk kemudian digantikan oleh kehendakNya. Mereka tidak takut pada kematian; bahkan mereka merindukannya sebagai momen perjumpaan kembali makhluk dengan sang Khaliq. Kematian hanyalah mudik belaka ke kampung yang sebenarnya.

Orang yang takut mati adalah mereka yang enggan melepas apa yang dimilikinya untuk ditukar dengan apa yang ada di sisi Allah. Kita membanggakan ilmu, harta atau keluarga kita. Ketahuilah saat kita mati kelak semuanya tidak akan kita bawa ke liang kubur tapi malah akan menjadi pertanyaan di padang mahsyar: darimana kita dapatkan dan untuk apa kita gunakan. Orang yang takut mati akan berebut pada hal yang haram. Orang yang sudah mematikan hasratnya sebelum benar-benar mati akan percaya bahwa siapa yang meninggalkan yang haram, akan Allah ganti dengan sesuatu yang halal.

Problem kita bukan pada struktur pemerintahan, bukan pada kurangnya kita pergi mengaji Qur'an dan Hadis, atau bukan karena kita tidak menerapkan syariah secara kaffah; sabda Rasul singkat tapi dalam: penyakit kita itu karena cinta dunia dan takut mati! [Dalil Soheh]

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/ketika-muslimin-diramalkan-nabi-seperti-buih.html

Saturday, November 19, 2016

Teknologi Gasifikasi Biomassa untuk Kebutuhan Energi di Pesantren

Indonesia sebagai negara tropis mempunyai kekayaan yang melimpah akan bahan baku biomassa. Tanaman yang bisa tumbuh sepanjang tahun menjadikan Indonesia memiliki potensi besar akan sumber biomassa ini.

Di satu sisi persoalan energi yang pasti akan dihadapi oleh seluruh negara-negara di dunia adalah semakin menipisnya cadangan energi yang ada, tetapi di sisi lain terjadi peningkatan yang cukup signifikan akan konsumsi energi seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi. Sehingga perlu untuk segera dikembangkan energi dari sumber-sumber non konvensional, tidak hanya mengandalkan minyak, tetapi juga mulai memanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan termasuk di dalamnya adalah biomassa.

Teknologi Gasifikasi Biomassa untuk Kebutuhan Energi di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Teknologi Gasifikasi Biomassa untuk Kebutuhan Energi di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


Teknologi Gasifikasi Biomassa untuk Kebutuhan Energi di Pesantren

Yang termasuk bahan-bahan biomasa meliputi kayu, limbah pertanian/perkebunan/hutan, komponen organik dari industri dan rumah tangga. Biomassa dikonversi menjadi energi dalam bentuk bahan bakar cair, gas, panas, dan listrik. Teknologi konversi biomassa menjadi bahan bakar padat, cair dan gas, antara lain teknologi pirolisis, esterifikasi, teknologi fermentasi, anaerobik digester (biogas). Dan teknologi konversi biomassa menjadi energi panas yang kemudian dapat diubah menjadi energi mekanis dan listrik, antara lain teknologi pembakaran dan gasifikasi.

Nahdlatul Ulama sebagai lembaga ormas Islam yang cukup identik dengan kalangan santri dan pondok pesantren tentunya bisa mengambil peranan yang lebih signifikan dalam pengembangan teknologi pemanfaatan energi dari biomassa ini, khususnya teknologi gasifikasi. Banyaknya pondok pesantren yang umumnya berlokasi di daerah pedesaan dengan ratusan bahkan ribuan santrinya tentunya menjadi keuntungan tersendiri mengingat lokasinya yang berdekatan dengan sumber biomassa tersebut yang berada di pedesaan.

Dalil Soheh

Sumber-sumber biomassa yang sudah diketahui masyarakat secara luas seperti sekam dan jerami padi, ampas tebu, limbah gergajian kayu, dan masih banyak lagi berada sangat dekat dengan keberadaan pondok pesantren. Dengan memanfaatkan teknologi gasifikasi maka bisa dihasilkan listrik yang dapat mensuplai kebutuhan warga pondok pesantren, khususnya mungkin pondok pesantren yang belum mendapat pasokan listrik atau sudah mendapatkan listrik tetapi seringkali harus mengalami pemadaman. Bagi yang sudah cukup tersedia listrik, maka pemanfaatan termal untuk kebutuhan memasak sebagai pengganti kompor misalnya, juga bisa jadi alternatif yang cukup bermanfaat.

Dalil Soheh

Pengertian dari gasifikasi sendiri adalah proses konversi secara termal bahan bakar padat seperti batubara dan biomassa menjadi bahan bakar gas. Pada proses gasifikasi ini, biomassa dibakar dengan udara terbatas, sehingga gas yang dihasilkan sebagian besar mengandung hidrogen, karbonmonoksida, dan metana. Gas-gas tersebut kemudian direaksikan lagi dengan oksigen (diperoleh dari udara) sehingga dihasilkan panas dari pembakaran tersebut.

Keuntungan proses gasifikasi ini adalah dapat digunakannya biomassa yang mempunyai nilai kalor relatif rendah dan kadar air yang cukup tinggi. Efisiensi yang dapat dicapai dengan teknologi gasifikasi sekitar 30-40%, lebih tinggi dari teknologi pembakaran biasa. Beberapa metode gasifikasi telah dikembangkan seperti unggun tetap (fixed bed) dan fluidisasi (fluidized bed). Tipe unggun tetap ada dua jenis yaitu updraft dan downdraft. Pada tipe updraft aliran biomassa dari atas ke bawah sedangkan udaranya dari bawah ke atas, sedangkan tipe downdraft aliran biomassa dan udara dari atas ke bawah. Pada tipe fluidized bed ada dua jenis yaitu bubling fluidized bed (BFB) dan circulating fluidized bed (CFB). Beberapa faktor akan berpengaruh terhadap proses gasifikasi biomassa diantaranya: kandungan energi, kadar air, dimensi dan bentuk, distribusi dimensi, dan temperatur reaksi.

Salah satu desain kompor gasifikasi biomassa adalah tungku/kompor Belonio. Kompor jenis ini telah diadopsi dan dikembangkan di Jurusan Teknik Mesin Universitas Janabadra Yogyakarta. Kompor ini merupakan dari hasil rancangan Alexsis Belonio yang berkewarganegaraan Filipina. Kompor ini dapat menggunakan sekam padi sebagai bahan bakarnya. Kompor ini terdiri dari beberapa bagian yaitu burner, reaktor gasifikasi, penampung abu, dan blower/kipas.

Fungsi blower untuk mensuplai udara ke dalam reaktor. Proses gasifikasi terjadi di dalam reaktor, kemudian gas yang dihasilkan dibakar di burner. Pada bagian ini terdapat lubang-lubang udara sebagai suplai tambahan untuk proses pembakaran. Karena tidak semua sekam terbakar, artinya ada abu yang tersisa, maka pada bagian bawah diberi penampung abu. Lamanya kompor ini berkerja tergantung dari ukuran reaktor sebagai wadah bahan bakarnya. Hasil pembakaran dengan kompor ini relatif bersih dan apinya berwarna biru. Hasil pengujian menggunakan bahan bakar lain seperti kayu, briket dan arang kayu juga memberikan hasil yang sama baiknya.

Nah sudah saatnya tungku-tungku semacam ini menggantikan tungku tradisional dan kompor yang menggunakan bahan bakar fosil, sehingga akan mengurangi ketergantungan kita pada energi yang tidak dapat diperbarui serta meminimalkan polusi yang dihasilkan dan tentunya memberikan dampak positif bagi kesehatan para penggunanya. Disamping itu, masyarakat kelas menengah ke atas pun dapat menggunakannya karena faktor kebersihan dan kesehatan. Jadi, paling tidak kita bisa ikut berperan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan menyelamatkan generasi yang akan datang akan kelangkaan energi.

* Mochamad Syamsiro, Wakil Ketua Tanfidziyah PCI NU Jepang dan mahasiswa Doktoral di Tokyo Institute of Technology, Jepang

Foto: Skema pemanfaatan teknologi gasifikasi untuk menghasilkan listrik

Dari (Opini) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47199/teknologi-gasifikasi-biomassa-untuk-kebutuhan-energi-di-pesantren

Dalil Soheh

Wednesday, October 12, 2016

Trump Akan Hentikan Visa Tujuh Negara Muslim

Washington, Dalil Soheh. Presiden Donald Trump dilaporkan siap menangguhkan program pengungsian AS selama empat bulan dan akan menghentikan visa bagi tujuh negara berpenduduk Muslim - beberapa langkah yang akan diberlakukan secepatnya.

Semua permohonan visa dari negara-negara yang dianggap sebagai ancaman teroris - Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia dan Yaman - akan dihentikan selama 30 hari.

Trump Akan Hentikan Visa Tujuh Negara Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Trump Akan Hentikan Visa Tujuh Negara Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)


Trump Akan Hentikan Visa Tujuh Negara Muslim

Dalam kampanye saat menjadi kandidat presiden, Trump berulangkali menyampaikan, jika terpilih menjadi presiden, akan melarang Muslim masuk ke Amerika Serikat. Penyataannya ini mengundang kecaman dari berbagai pihak.

Dalil Soheh

Menurut rancangan perintah eksekutif yang dipublikasikan di media AS, termasuk Washington Post, para pengungsi dari Suriah akan dilarang dalam jangka waktu tak terbatas.

Program penerimaan pengungsi AS akan ditangguhkan selama 120 hari sementara beberapa pejabat senior menyusun daftar negara-negara yang dianggap tidak menimbulkan risiko keamanan.

Sementara itu, Pentagon akan diperintahkan untuk memanfaatkan waktu selama 90 hari untuk menyusun rencana pembentukan "zona aman" di dalam atau di dekat Suriah, tempat para pengungsi bisa berlindung dari perang saudara yang terjadi di sana.

Dalil Soheh

Belum jelas apakah rancangan yang dipublikasikan itu merupakan versi akhir atau kapan Trump akan secara resmi menandatanganinya, tetapi rancangan itu akan melengkapi janji-janji kampanyenya.

"Lihatlah, presiden berbicara panjang lebar tentang beberapa langkah ekstrem," ujar juru bicara Gedung Putih Sean Spicer kepada wartawan, menjanjikan "aksi lebih lanjut pekan ini," demikian AFP. (Antara/Mukafi Niam)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74928/trump-akan-hentikan-visa-tujuh-negara-muslim

Dalil Soheh

Thursday, September 29, 2016

7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah

Dalil Soheh - Agar rizki lancar, ada doa dan dzikir yang sangat dianjurkan sesuai tuntunan Nabi Muhammad salallahu ’alaihi wassalam. Kalau hanya berusaha, itu terlalu sombong diri. Begitupun, doa-doa dan wirid rizki berlimpah ini tidak akan berefek apa-apa kepada Anda jika tidak dibarengi dengan usaha. Doa dan usaha untuk memperlancar rizki harus dilakukan. Inilah doa yang insyaallah memperlancar rizki kita semua.

7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah - Dalil Soheh
7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah - Dalil Soheh


7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah

(1). Memperbanyak Membaca La hawla Wala Quwwata Illa billah.

7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah - Dalil Soheh
7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah - Dalil Soheh


7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah

“Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan “La hawla Wala Quwwata Illa billah.” (HR. At-Tabrani)

(2). Membaca La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin

“Barangsiapa setiap hari membaca La ilaha illallahul malikul haqqul mubin maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur.” (HR. Abu Nu’ aim dan Ad Dailami)

(3). Melanggengkan Ber-Istighfar

“Barangsiapa melanggengkan beristighfar niscaya Allah akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah)

(4). Membaca Surat Al-Ikhlas

“Barangsiapa mmbaca Surat Al Ikhlas ketika masuk rumah, maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya.” (HR. At-Tabrani)

(5). Membaca Surat Al-Waqiah

“Barangsiapa mmbaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman)

(6). Memperbanyak Shalawat atas Nabi

“Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan, bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah Salallahu ’alaihi wassalam berdiri seraya bersabda: “Wahai Manusia Berdzikirlah Mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan di dalamnya.”

(7). Membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim. Keterangannya, setiap kalimat itu seorang malaikat yang bertasbih kepada Allah Ta’ala sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu.” (HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat)

Silakan tulis Qabiltu (saya terima) di kotak komentar di bawah ini jika hendak mengamalkan. Terimakasih. Semoga dzikir lencar rizki ini bermanfaat. [Dalil Soheh]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/7-doa-agar-rizki-lancar-melimpah-berkah.html

Friday, August 19, 2016

Poligami dan Berburu Kebaikan

Ubaid dan Umar merupakan alumni pondok pesantren. Semenjak di pondok keduanya selalu berburu dan bersaing dalam hal kebaikan, terutama di shalat lima waktu. Tapi pada kenyataannya Ubaid selalu kalah dari Umar.

Suatu ketika Ubaid bertanya sama temannya itu. "Kang, kenapa sampean kok datang ke masjid selalu lebih cepat dari saya?

Poligami dan Berburu Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Poligami dan Berburu Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)


Poligami dan Berburu Kebaikan

"Soalnya istri saya dua. Istri yang pertama membangunkan saya dan istri yang kedua menyiapkan perlengkapan shalat saya," jawab Umar santai.

Dalil Soheh

Selang beberapa bulan, Ubaid pun berpoligami. Harapannya bisa seperti Umar. Benar, setelah poligami Ubaid hampir selalu terlihat lebih awal dari Umar berada di masjid.

"Kok sampean sekarang bisa mendahului saya datangnya, Kang? Resepnya apa? Tanya Umar.

"Saya takut pulang ke rumah istri pertama yang marah-marah, jadi saya tiap hari tidur di masjid, jawab Ubaid. (Ahmad Rosyidi)

Dalil Soheh

Dari (Humor) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65062/poligami-dan-berburu-kebaikan

Dalil Soheh

Saturday, July 23, 2016

GP Ansor Karanganyar Komitmen Majukan Kabupaten

Karanganyar, Dalil Soheh. Konferensi Cabang GP Ansor Karanganyar berlangsung lancar berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Karanganyar, Ahad (19/4). Pengurus organisasi kepemudaan ini bertekad untuk tetap berkhidmat kepada para kiai dan bergerak untuk kemajuan pemuda desa.

Konferensi yang dibuka oleh Bupati Karanganyar Drs H Juliyatmomo ini dihadiri oleh Ketua PCNU Karanganyar, pengurus KNPI, kepala Kankemenag Karanganyar serta tamu undangan lainnya.

GP Ansor Karanganyar Komitmen Majukan Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Karanganyar Komitmen Majukan Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Karanganyar Komitmen Majukan Kabupaten

Ketua GP Ansor Karanganyar yang akan memasuki masa purna tugas, Jamaludin menjelaskan bahwa GP Ansor harus terus bergerak, berkhidmat kepada ulama serta mengabdi kepada negeri.

Dalil Soheh

Agenda-agenda GP Ansor ke depan harus bersinergi dengan pemerintah kabupaten Karanganyar demi kemajuan Karanganyar, tambah Jamal.

Dalil Soheh

Ketua PCNU Karanganyar Kiai Muthi Ali menekankan pentingnya gerakan pemuda Ansor. Pemuda dalam hal ini GP Ansor adalah masa depan NU. Maka pemuda harus berkualitas, memiliki kapasitas serta bertanggung jawab dalam menggerakan pemuda, kata Kiai Muthi. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58983/gp-ansor-karanganyar-komitmen-majukan-kabupaten

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Dalil Soheh sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Dalil Soheh. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Dalil Soheh dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock