Friday, February 13, 2009

Lesbumi Siap Kembalikan Budaya Tradisi

Kudus, Dalil Soheh. Memasuki usia 50 tahun, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) siap mengembalikan budaya tradisi. Pasalnya, selama ini budaya tradisi semacam potensi kesenian lokal telah dihantam dari dua sisi yakni industrialisasi dan formalisasi agama.

Dengan usia setengah abad ini, Lesbumi akan menumbuh kembali spirit kebudayaan sebagai upaya pengembalian seni tradisi yang telah ada di Indonesia.kata Ketua PP Lesbumi Zastraw Ngatawi kepada Dalil Soheh usai acara Sambung Rasa Kebangsaan di Universitas Muria Kudus, Selasa (10/4) pagi.

Lesbumi Siap Kembalikan Budaya Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi Siap Kembalikan Budaya Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)


Lesbumi Siap Kembalikan Budaya Tradisi

Menurut Zastraw, hantaman industrialisasi itu telah menyebabkan budaya tradisi tidak memiliki ruang ekspresi. Sekarang ini, ruang publik kebudayaan lebih banyak dipenuhi seniseni yang prosesnya melalui proses kapitalis atau dianggap menguntungkan.

Kalau tidak menguntungkan, potensi seni budaya tersebut tidak diberi ruang berekspresi. Akibatnya, potensi kesenian lokal seperti kentrung, ketoprak, ludruk dan lainnya akan mati, ujar pimpinan Group musik Ki Ageng Ganjur ini.

Dalil Soheh

Mengenai formalis agama, menurutnya, budaya tradisi masyarakat seperti sedekah bumi maupun selametan yang telah ada di masyarakat dihantam dengan anggapan bidah maupun musyrik.

Dalil Soheh

Padahal tradisi itu sebagai bentuk lain dari sedekah. Hal-hal inilah akan di-advokasi oleh Lesbumi, tambah pria yang selalu memakai blankon jawa.

Meski begitu, dirinya tidak merisaukan aggapan bidah oleh kaum formalis agama tersebut. Ia menegaskan kebudayaan tidak mengenal bidah bahkan dengan bidah orang akan menemukan hidayah.

Pada zaman dulu para walisongo dalam berdakwah dengan cara bidah dan berhasil mengislamkan ummat. Kalau sekarang wahabi datang berdakwahnya malah mengkafirkan orang, tandasnya.

Terkait kegiatan 50 tahun ini, Lesbumi akan mengadakan majlis film sebagai ruang ekspresi yang membicarakan toleransi, pluralism dan tradisi. Disamping itu juga apresiasi film, lomba film santri dan festifal film tradisi.

Lesbumi juga menganugerahkan tokoh-tokoh budaya yang telah mewarnai kebudayaan di Indonesia seperti Asrul Sani, jelasnya seraya mengatakan puncak acara 50 tahun Lesbumi digelar 20 Mei mendatang di Yogyakarta.

Redaktur : Syaifullah Amin

Kontributor : Qomarul Adib

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/37400/lesbumi-siap-kembalikan-budaya-tradisi

Dalil Soheh

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Dalil Soheh sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Dalil Soheh. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Dalil Soheh dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock