Wednesday, April 19, 2006

Sarkub dan Pelajar NU Jatinegara Kupas Islam Nusantara

Jakarta, Dalil Soheh. Sarjana Kuburan atau dikenal dengan Sarkub bekerja sama dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Jatinegara, Jakarta, mengupas Islam Nusantar pada halaqah bertema "Membumikan Islam Nusantara melalui dakwah Islam yang santun.

Narasumber pada halaqah di Gedung NU Jatinegara Ahad (20/9) ini adalah Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Jatinegara KH Ahmad Fatchuri, Koordinator Sarkub Propinsi Papua Abdul Wahab serta Pengurus Cabang IPNU Kabupaten Tegal Ahmad Jaelani. Halaqoh dimoderatori Sekretaris IPNU PAC Jatinegara Abdul Ghofar.

Sarkub dan Pelajar NU Jatinegara Kupas Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarkub dan Pelajar NU Jatinegara Kupas Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)


Sarkub dan Pelajar NU Jatinegara Kupas Islam Nusantara

Salah seorang panitia, Ahmad Nur Mustofa mengatakan, bahwa Islam Nusantara bukan hanya sebuah pemikiran, tetapi juga agenda pembumian Islam yang ramah, toleran, moderat, dan maslahah. "Islam Nusantara yang diusung oleh NU berusaha mewujudkan keharmonisan hubungan antara negara, agama, dan budaya sehingga mampu menciptakan kemaslahatan.

Dalil Soheh

Pada sesi diskusi, Ahmad Jaelan mengatakan, akhir-akhir ini Islam Nusantara jadi wacana publik tak hanya di kalangan warga Nahdlatul Ulama (nahdliyin), tetapi seluruh masyarakat Indonesia. Sebagian beranggapan Islam Nusantara adalah hal baru.

Hal ini, kata dia, masih dibilang wajar karena NU adalah ormas terbesar bangsa ini. Jika terjadi perubahan di dalam organisasi ini, pengaruhnya segera dirasakan oleh seluruh negeri.

Dalil Soheh

Karena itu, bentuk apresiasi publik seperti ini sangatlah positif, baik bagi NU maupun negeri ini. "Untuk itu perlu dibuat sebuah forum halaqoh sebagai wahana silaturrahmi, berdikusi bersama, saling memahami apa itu Islam Nusantara.

Menurut KH Ahmad Fatchuri, Islam Nusantara bukanlah hal baru bagi kita. Islam Nusantara adalah Islam Ahlussunnah Waljamaah al-Nadliyyah.

Mengapa di sini perlu penyifatan al-Nahdliyyah? Jawabnya adalah karena banyak kalangan lain di luar NU yang juga mengklaim sebagai pengikut Ahlussunnah Waljamaah (disingkat Aswaja), tetapi memiliki cara pikir, gerakan, dan amalan yang berbeda dengan NU. Hal inilah yang perlu kita diskusikan bersama, ungkapnya

Abdul Wahab menyampaikan landasan Islam Nusantara. Pertama fikrah, kedua harakah, muamalah, dan amaliyah. Dalam berpikir, Islam Nusantara tidak tekstualis, tidak radikalis dan liberalis.

Ia mejelaskan, jika seeorang memaknai sebuah ayat secara tekstualis maka dampaknya bisa menjadi radikalis. "Pemahaman terhadap ayat seara tekstualis sangat berbahaya, selain bisa menjadikan seseorang radikal juga bisa terjebak paham mujassimah (orang yang berkeyakinan bahwa Tuhan itu mempunyai jasad/bentuk fisik, red.)," ujar Abdul Wahab.

Islam Nusantara, lanjut dia, juga tidak liberal, melainkan berada pada cara berpikir aqidah Asyariyah.

Dari sisi harakahnya (gerakan), Islam Nusantara adalah gerakan perbaikan. Karena harakatul ulama (gerakan ulama) adalah memperbaiki umat. Gerakan NU adalah agama dan kemasyarakatan, ekonomi, politik dan budaya.

Dalam melakuan berbagai Harakahnya Islam Nusantara mengedepankan Akhlakul Karimah. Cara bergeraknya soft (lembut). Tidak keras, tidak kasar, kesukarelaan, tidak main paksa.

Iya bercerita bagaimana komunitas Sarkub dalam mengahadapi beredarnya buku-buku tulisan H. Mahrus Ali di berbagai tempat di wilayah Indonesia. Buku yang di tulis benar-benar sangat meresahkan umat Islam.

Setelah tim Sarkub menerima berbagai laporan, dipimpin KH Thobary, melakukan silaturrahim ke rumah H. Mahrus Ali di Tambakwaru Sidoarjo, Surabaya Jawa Timur. Tujuannya untuk berdialog dan diskusi meminta penjelasan langsung mengenai buku-buku tulisannya yang meresahkan masyarakat dan menyesatkan itu.

"Itulah Islam Nusantara walaupun dengan orang berbeda paham. Dalam menghadapi perbedaan Islam Nusantara lebih mengedepankan dialog dan diskusi," ujarnya.

Sementara dari sisi amaliyahnya, Islam Nusantara mengamalkan shalawat, istighotsah, maulidan, tahlilan, slametan, memperingati maulid Nabi, memperingati Isra Miraj dan lain-lain. "Islam Nusantara ya Islam Ahlussunah wal Jamaah" pungkasnya Alumnus Pondok Pesantren Attauhidiyyah ini.

Peserta Dalam halaqah ini, IPNU-IPPNU Ranting se-Kecmatan Jatinegara, anggota Lembaga Pendidikan Maarif NU se-Kecamatan Jatinegara dan para aktivis muda lainya. (Ibnu Akhis/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62363/sarkub-dan-pelajar-nu-jatinegara-kupas-islam-nusantara

Dalil Soheh

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Dalil Soheh sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Dalil Soheh. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Dalil Soheh dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock